Bagi sebagian
besar masyarakat, ajang pemilihan duta pariwisata mungkin bukanlah hal baru
lagi. Terlebih masyarakat telah lebih dulu mengenal ajang pemilihan “Abang None
DKI Jakarta” setiap tahunnya. Tentu tiap-tiap daerah mempunyai sebutan
masing-masing dalam ajang pencarian duta wisatanya, sebut saja “Mojang Jajaka
di Jawa Barat, Bujang Gadis di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, lalu ada
juga Kakang Bekayu di Kabupaten Banyumas, dan sebagainya.
Wonderful Indonesia sebagai tagline pariwisata Indonesia, saat ini sedang
menjadi sorotan masyarakat dunia, terbukti dengan menyabet beberapa penghargaan
bergengsi global seperti World Halal Tourism Awards 2016 dan 2017 serta UNWTO
Tourism Video competition 2017 yang menempatkan Wonderful Indonesia sebagai
juara di kategori Region of East Asia & the Pacific serta kategori People
Choice Awards, belum lagi termasuk berbagai penghargaan dunia lainnya.
Sebagai negara dengan potensi wisata
yang sangat luar biasa tentu sudah selayaknya Indonesia mempersiapkan sumber
daya manusia yang akan menjadi ikon
promosi wisatanya dengan sebaik-baiknya. Terlebih dengan rencana pemerintah
untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 nanti menuntut
kita untuk mempersiapkan duta-duta wisata yang kredibel dan berkualitas global.
Palangka Raya, sebagai ibu kota
Provinsi kalimantan Tengah, setiap tahunnya selalu mempersiapkan duta-duta
wisatanya melalui ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kota Palangka Raya.
Sebelum bernama Putra-Putri Pariwisata, ajang pemilihan duta pariwisata kota
Palangka Raya bernama Jagau dan Bawi Nyai Pariwisata. Disamping sebagai salah
satu pusat penelitian lahan gambut, saat ini Palangka Raya berkembang menjadi sebuah
kota dengan eko-wisatanya.
Tidak seperti ajang beauty and pageant lainnya, ajang
pemilihan duta pariwisata tidak hanya menonjolkan aspek fisik semata, akan tetapi
wawasan pariwisata serta kearifan budaya lokal dalam ajang seleksi ini poin
penting. Lalu hal apa yang diperlukan
dan apa yang perlu dipersiapkan dalam ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata
Kota Palangka Raya?
Sebagai icon ambassador, duta
pariwisata merupakan representasi pariwisata suatu daerah. Kalian dituntut
untuk menjadi wajah depan dari pariwisata dan kebudayaan kota Palangka Raya.
Wawasan kepariwisataan dan budaya lokal menjadi hal utama dalam penilaian ajang
pemilihan ini. Pengetahuan mengenai makna dari 7 Sapta Pesona harus dapat
diterapkan sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu makna
filosofi adat dayak yakni “Humah Betang” juga menjadi dasar penilaian, tentang
bagaimana kalian menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada dasarnya ajang pemilihan Putra-putri
Pariwisata Kota Palangka Raya terdapat beberapa tahapan, seperti technical meeting yang dilaksanakan
sebelum pelaksanaan seleksi, sesi karantina yang biasanya berupa pemaparan
materi oleh para pembicara dibidang kepariwisataan, sesi wawancara dan
pemaparan konsep model wisata, sesi latihan koreografi, sesi unjuk bakat, dan
terakhir sampai pada acara puncak malam grand
final. Yang semua itu berlangsung lebih kurang satu minggu dan harus
dipersiapkan dengan matang, mulai dari niat, usaha, dan doa. Tapi yang ini
mungkin terdengar agak sedikit klasik, kata-kata inspirasi dari Yasa Singgih,
CEO dari brand sepatu lokal ternama Men’s Republic, “bahwa kerja keras itu
tidak akan berkhianat, dan keringat tidak akan berdusta”.
Kemampuan berkomunikasi juga
dijadikan sebagai bahan pijakan agar seorang duta wisata nantinya mengetahui
bagaimana cara mempromosikan pariwisata dan bagaimana cara bertutur krama yang
baik. Melihat dari sejarah-sejarah sebelumnya, dalam ajang pemilihan Putra-Putri
Pariwisata Kota Palangka Raya, peserta selalu di dominasi oleh mahasiswa dari
program study Bahasa Inggris. Tapi hal itu bukan menjadi penghalang untuk
teman-teman yang bukan berasal dari prodi Bahasa Inggris mengingat pemilihan
Putra-Putri Pariwisata bukan ajang seperti debate atau speech competition,
melainkan menjadi seorang ambassador
untuk pariwisata daerahnya. Ajang ini terbuka untuk semua kalangan yang berusia
17-25 tahun. Apapun background
pendidikanmu, lakukan yang terbaik. Karena ini adalah kesempatan kita untuk
menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan jaringan pertemanan seluas-luasnya, kalau
bisa dapat “gebetan” itu mungkin bonus hehe.
Disamping itu adalah seorang duta
pariwisata harus berwawasan global, tidak hanya aware terhadap isu-isu lokal saja, tetapi juga terhadap isu-isu
terbaru dunia. Karena ketika sesi wawancara, kalian akan diuji sejauh mana
pendangan kalian terhadap isu-isu global yang berkembang saat ini. Bagaimana
cara kalian menyikapinya dan apa solusi yang bisa diimplementasikan. Hal ini
akan sangat berguna untuk membuka wawasan kalian terhadap dunia global. Dan
jangan lupa, akan ada sesi persentasi dimana kalian akan diminta untuk
memaparkan suatu model konsep pariwisata yang cocok diterapkan untuk kota
Palangka Raya. Ini adalah kesempatan kalian untuk show up ide-ide brilian kalian di depan para juri nantinya.
Karena budaya juga merupakan bagian
dari dunia pariwisata, akan ada ajang unjuk bakat, yang nantinya harus dipersiapkan
dengan baik, mulai dari busana adat, make up, dan peralatan-peralatan penunjang
lainnya. Tapi sangat disarankan untuk
menampilkan tari tradisional dari Kalimantan Tengah. Karena lewat tari, kita
tidak hanya dituntut untuk bergerak sesuai dengan irama saja, tetapi juga turut
meresapi makna setiap gerakan yang ada yang melambangkan makna-makna kebudayaan
Kalimantan Tengah.
Last
but not least, persiapkan pakaian malam grand
final-mu sebaik mungkin, karena pada malam ini kalian akan tampil
habis-habisan di panggung yang biasanya akan disaksikan oleh pejabat-pejabat
publik serta masyarakat umum. Tampilkan yang terbaik.
Source: instagram @satriosamtha
Menjadi duta pariwisata itu bukan
hanya sebatas gelar saja, tapi bagaimana cara kalian mempertangungjawabkannya
nanti. Persiapkan diri kalian dengan matang dan jadilah bagian dari perubahan,
untuk dirimu dan juga masyarakat banyak. Karena hal-hal besar tidak akan
dicapai tanpa melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu. Kenali Negerimu, Cintai Negerimu. Explore Palangka Raya.
Pesona Indonesia
@indtravel
Salam,
Satrio Samtha Nugraha
Putra Pariwisata Intelegensia Kota Palangka
Raya 2017
Instagram : @satriosamtha
e-mail : nugrahasatrio26@gmail.com
