Senin, 15 Januari 2018

“Upgrade Dirimu” melalui ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kota Palangka Raya

Bagi sebagian besar masyarakat, ajang pemilihan duta pariwisata mungkin bukanlah hal baru lagi. Terlebih masyarakat telah lebih dulu mengenal ajang pemilihan “Abang None DKI Jakarta” setiap tahunnya. Tentu tiap-tiap daerah mempunyai sebutan masing-masing dalam ajang pencarian duta wisatanya, sebut saja “Mojang Jajaka di Jawa Barat, Bujang Gadis di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, lalu ada juga Kakang Bekayu di Kabupaten Banyumas, dan sebagainya.
            Wonderful Indonesia sebagai tagline pariwisata Indonesia, saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat dunia, terbukti dengan menyabet beberapa penghargaan bergengsi global seperti World Halal Tourism Awards 2016 dan 2017 serta UNWTO Tourism Video competition 2017 yang menempatkan Wonderful Indonesia sebagai juara di kategori Region of East Asia & the Pacific serta kategori People Choice Awards, belum lagi termasuk berbagai penghargaan dunia lainnya.
            Sebagai negara dengan potensi wisata yang sangat luar biasa tentu sudah selayaknya Indonesia mempersiapkan sumber daya manusia  yang akan menjadi ikon promosi wisatanya dengan sebaik-baiknya. Terlebih dengan rencana pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 nanti menuntut kita untuk mempersiapkan duta-duta wisata yang kredibel dan berkualitas global.
            Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi kalimantan Tengah, setiap tahunnya selalu mempersiapkan duta-duta wisatanya melalui ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kota Palangka Raya. Sebelum bernama Putra-Putri Pariwisata, ajang pemilihan duta pariwisata kota Palangka Raya bernama Jagau dan Bawi Nyai Pariwisata. Disamping sebagai salah satu pusat penelitian lahan gambut, saat ini Palangka Raya berkembang menjadi sebuah kota dengan eko-wisatanya.
            Tidak seperti ajang beauty and pageant lainnya, ajang pemilihan duta pariwisata tidak hanya menonjolkan aspek fisik semata, akan tetapi wawasan pariwisata serta kearifan budaya lokal dalam ajang seleksi ini poin penting. Lalu hal apa yang diperlukan dan apa yang perlu dipersiapkan dalam ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kota Palangka Raya?
            Sebagai icon ambassador, duta pariwisata merupakan representasi pariwisata suatu daerah. Kalian dituntut untuk menjadi wajah depan dari pariwisata dan kebudayaan kota Palangka Raya. Wawasan kepariwisataan dan budaya lokal menjadi hal utama dalam penilaian ajang pemilihan ini. Pengetahuan mengenai makna dari 7 Sapta Pesona harus dapat diterapkan sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu makna filosofi adat dayak yakni “Humah Betang” juga menjadi dasar penilaian, tentang bagaimana kalian menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
            Pada dasarnya ajang pemilihan Putra-putri Pariwisata Kota Palangka Raya terdapat beberapa tahapan, seperti technical meeting yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan seleksi, sesi karantina yang biasanya berupa pemaparan materi oleh para pembicara dibidang kepariwisataan, sesi wawancara dan pemaparan konsep model wisata, sesi latihan koreografi, sesi unjuk bakat, dan terakhir sampai pada acara puncak malam grand final. Yang semua itu berlangsung lebih kurang satu minggu dan harus dipersiapkan dengan matang, mulai dari niat, usaha, dan doa. Tapi yang ini mungkin terdengar agak sedikit klasik, kata-kata inspirasi dari Yasa Singgih, CEO dari brand sepatu lokal ternama Men’s Republic, “bahwa kerja keras itu tidak akan berkhianat, dan keringat tidak akan berdusta”.
            Kemampuan berkomunikasi juga dijadikan sebagai bahan pijakan agar seorang duta wisata nantinya mengetahui bagaimana cara mempromosikan pariwisata dan bagaimana cara bertutur krama yang baik. Melihat dari sejarah-sejarah sebelumnya, dalam ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kota Palangka Raya, peserta selalu di dominasi oleh mahasiswa dari program study Bahasa Inggris. Tapi hal itu bukan menjadi penghalang untuk teman-teman yang bukan berasal dari prodi Bahasa Inggris mengingat pemilihan Putra-Putri Pariwisata bukan ajang seperti debate atau speech competition, melainkan menjadi seorang ambassador untuk pariwisata daerahnya. Ajang ini terbuka untuk semua kalangan yang berusia 17-25 tahun. Apapun background pendidikanmu, lakukan yang terbaik. Karena ini adalah kesempatan kita untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan jaringan pertemanan seluas-luasnya, kalau bisa dapat “gebetan” itu mungkin bonus hehe.
            Disamping itu adalah seorang duta pariwisata harus berwawasan global, tidak hanya aware terhadap isu-isu lokal saja, tetapi juga terhadap isu-isu terbaru dunia. Karena ketika sesi wawancara, kalian akan diuji sejauh mana pendangan kalian terhadap isu-isu global yang berkembang saat ini. Bagaimana cara kalian menyikapinya dan apa solusi yang bisa diimplementasikan. Hal ini akan sangat berguna untuk membuka wawasan kalian terhadap dunia global. Dan jangan lupa, akan ada sesi persentasi dimana kalian akan diminta untuk memaparkan suatu model konsep pariwisata yang cocok diterapkan untuk kota Palangka Raya. Ini adalah kesempatan kalian untuk show up ide-ide brilian kalian di depan para juri nantinya.
            Karena budaya juga merupakan bagian dari dunia pariwisata, akan ada ajang unjuk bakat, yang nantinya harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari busana adat, make up, dan peralatan-peralatan penunjang lainnya. Tapi sangat  disarankan untuk menampilkan tari tradisional dari Kalimantan Tengah. Karena lewat tari, kita tidak hanya dituntut untuk bergerak sesuai dengan irama saja, tetapi juga turut meresapi makna setiap gerakan yang ada yang melambangkan makna-makna kebudayaan Kalimantan Tengah.
            Last but not least, persiapkan pakaian malam grand final-mu sebaik mungkin, karena pada malam ini kalian akan tampil habis-habisan di panggung yang biasanya akan disaksikan oleh pejabat-pejabat publik serta masyarakat umum. Tampilkan yang terbaik.

Source: instagram @satriosamtha

            Menjadi duta pariwisata itu bukan hanya sebatas gelar saja, tapi bagaimana cara kalian mempertangungjawabkannya nanti. Persiapkan diri kalian dengan matang dan jadilah bagian dari perubahan, untuk dirimu dan juga masyarakat banyak. Karena hal-hal besar tidak akan dicapai tanpa melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu. Kenali Negerimu, Cintai Negerimu. Explore Palangka Raya.
Pesona Indonesia
@indtravel
Salam,



Satrio Samtha Nugraha
Putra Pariwisata Intelegensia Kota Palangka Raya 2017

Instagram : @satriosamtha