Setelah melengkapi cerita pada bagian I, Kali ini saya akan mengupas tuntas perjalanan saya pada Ekspedisi Barat Borneo bagian II.
Kali ini rute yang saya pilih adalah Pontianak - Singkawang, dan akan kenuju Kuching.
Setelah menginap selama 1 malam di Pontianak, paginya sekitar pukul 06.00 wib, saya langsung mencari tahu daftar travel yang beroperasi pada jurusan Pontianak - Singkawang. Pilihan saya Jatuh pada NCS Taxi.
Setelah mandi dan packing, pukul 07.00 saya check-out dari Hostel. Kebetulan saat itu saya sudah menghubungi rekan kuliah dulu yang tinggal di Pontianak. Berhubung hubungan baik dan komunikasi kami masih terjaga, kami agendakan untuk sarapan bersama di daerah Setia Budi, Pontianak. Pukul 08.00 wib travel sudah datang untuk menjemput saya, dan tibalah saatnya untuk menuju salah satu kota yang saya idam-idamkan dari kecil dulu, "SINGKAWANG".
Perjalanan kali ini menempuh waktu sekitar 3 jam, kebetulan armada yang digunakan adalah Toyota Avanza dan saya request untuk duduk di depan, agar bisa menikmati perjalanan kali ini. Saat itu penumpang hanya 4 orang saja, Jalanan pun masih agak lengang.
Sekitar Pukul 11.30 wib kami tiba di kota Singkawang. Kebetulan hari itu adalah hari Jumat, destinasi tujuan saya adalah masjid agung, sekalian untuk melaksanakan Sholat Jumat, menurut lelucon beberapa orang, setiap pemuda muslim yang melaksanakan sholat jumat, tingkat kegentengannya akan meningkat secara drastis :D
Masjid agung Singkawang terletak di Tengah Kota, walaupun tidak begitu besar dan luar, masjid ini tampak Indah dan nyaman, karena salah satu yang paling terkenal di Singkawang adalah toleransi antar umat beragamanya yang cukup tinggi, dimana 3 (tiga) etnis hidup berdampingan secara damai, yakni antara Melayu, China, dan Dayak.
Setelah melaksanakan Sholat Jumat, saya segera menuju Hotel yang sudah saya pesan sebelumnya, lagi-lagi melalui aplikasi Traveloka. Aplikasi ini merupakan aplikasi favorit saya setiap kali melakukan perjalanan, disamping pilihan hotel yang lengkap, terdapat juga rating dan review dari para customer sebelumnya yang akan menudahkan kita mencari pilihan akomodasi yang nyaman. dan juga harga yang terjangkau :D
Pilihan saya jatuh pada Hotel Singkawang, yang terletak sangat strategis di tengah kota, berhubung destinasi yang akan saya datangi hanya berada di sekitaran pusat kota saja, maka saya memutuskan untuk menginap di Hotel Singkawang. Lokasinya berada di belakang Vihara Tri Dharma yang Ikonik itu.
Hotel Singkawang (dokumen Pribadi)
Kota ini indah, seperti yang sudah saya bayangkan sebelumnya. Setelah sekian purnama, mimpi saya untuk menginjakkan kaki di kota ini menjadi kenyataan. Saya memutuskan untuk berada di Singkawang hanya 1 (satu) hari saja, dikarenakan terbatasnya waktu untuk melakukan trip kali ini, karena saya harus segera bertolak ke Kuching keesokan harinya.
Destinasi saya yang pertama tentu Vihara Tri Darma, selain ikonik, Vihara tersebut adalah Vihara tertua di Kota Singkawang dan merupakan salah satu cagar warisan budaya setempat. Lokasi yang sangat strategis akan sangat memudahkan para wisatawan untuk menemukan Vihara ini, letaknya sangat berdekatan dengan Masjid Agung Singkawang.
Vihara Tri Dharma (Dokumen pribadi)
Vihara ini buka sampai dengan pukul 17.00 wib, jadi sebelum itu saya sempatkan untuk melihat seluruh detail Vihara dan aktivitas di sana. Saya juga menyempatkan diri melakukan ramalan mengenai nasib pada tahun ini hehe.
setelah itu perjalanan saya lanjutkan ke Kawasan Tradisional Ruma Kelaurga Tjhia (yang sangat tersohor itu) rumah ini telah ditempati selama ratusan tahun yang saat ini ditinggali oleh generasi kelima keluarga Tjhia. Lokasinya berada tidak jauh dari Vihara Tri Dharma, yang dapat ditempuh cukup berjalan kaki sekitar 10 menit saja.
Kawasan Tradisional Rumah Kelaurga Tjhia (Dokumen Pribadi)
Pada kawasan ini terlihat bangunan-bangunan yang cukup tua sebagai saksi sejarah bagaimana keluarga besar ini mempu melestarikan budaya-budayanya selama ratusan tahun. Oh iya jangan sampai lupa untuk menikmati kudapan yang ada di kantin kawasan rumah keluarga ini, yakni Choipan. Choipan yang ada di kawasan rumah keluarga ini terkenal sangat enak. saya sempat mencicipi 1(satu) porsi Choipan dengan isi 10 (sepuluh) pieces dengan choipan isi bengkoang dan ebi. hanya dengan Rp 20.000 saja, cukup murah bukan?
Choipan Singkawang (Dokumen Pribadi)
Menurut orang-orang, belum sah ke Singkawang kalo belum coba makanan ini. Enak banget!
Menjelang petang, Destinasi saya berikutnya adalah patung naga. Masih di sekitaran pusat kota, lokasinya cukup mudah untuk ditemui. Saya sengaja berkeliling kota dengan berjalan kaki, disamping destinasi wisatanya tidak begitu berjauhan, saya ingin merasakan atmosfer yang nyata ketika saya bisa berinteraksi dengan warga lokal dan juga berjalan kaki itu menyehatkan.
Patung naga Singkawang (Dokumen Pribadi)
Pada malam harinya, saya menghabiskan untuk berkeliling kota mengunakan grab car, dengan menuju Grand Singkawang Mall, mall yang langsung terintegrasi dengan hotel Swiss Bell-in ini begitu megah. Kemudian berhubung saya bekerja di salah satu instansi vertikal pemerintah, yakni Direktorat Jenderal Imigrasi, saya menyempatkan untuk berfoto di depan Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang untuk mengabadikan momen. setelah itu, saya sempatkan untuk berburu kuliner di pasar Hongkong sejenak, sebelum kembali menelusuri jalanan kota Singkawang dan mengabadikan sejenak foto Vihara Tri Dharma pada malam hari,
Vihara Tri Dharma pada malam hari yang tampak indah (Dokumen Pribadi)
Walaupun hanya perjalanan satu hari saja, saya begitu menikmati momen saat menjadi bagian dari warga Singkawang. Rute saya keesokan harinya adalah Kuching, Kota terbesar keempat di Malaysia, dan juga merupakan ibu kota negara bagian Sarawak.
Salam



