Selasa, 23 Juli 2019

Ekspedisi Barat Borneo bagian I (Kalteng - Kalbar)

Setelah lebih dari satu tahun vakum dari blog ini, saya akan menceritakan cerita seru dibalik ekspedisi barat borneo saya kali ini.

Ekspedisi Barat Borneo (Kalteng-Kalbar-Sarawak)

Mungkin teman-teman banyak yang bertanya, terutama teman-teman dari kalimantan tengah, apakah tersedia transportasi umum melalui darat yang langsung menuju pontianak?
Jawabannya Ada. Saat ini rute terdekat adalah melalui Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Jika teman-teman berangkat dari Palangkaraya, Pangkalan Bun dapat ditempuh sekitar 8 jam perjalanan melalui darat. Ada banyak sekali tersedia bus demgan rute Palangkaraya - Pangkalan Bun, mulai dari Yessoe, Logos, Agung Mulia hingga Damri. Semua bisa diakses setiap hari. Bahkan untuk armada Yessoe, mereka berangkat 3 kali sehari menuju Pangkalan Bun, begitu juga sebaliknya. Pengalaman pribadi saya, saya telah mencoba semua armada di atas kecuali damri, dan saya puas akan layanan yang diberikan, terutama bus super eksekutif. Penumpang akan dimanjakan dengan bus super mewah, nyaman, charger HP, kue kotak, hingga selimut. Sangat nyaman sekali. Untuk harga ada dikisaran Rp 200.000 yang sangat worth it menurut saya untuk perjalanan darat sejauh lebih dari 400 km yang ditempuh dalam waktu 8-9 jam.
Berikut daftar armada bus untuk Rute Palangkaraya - Pangkalan Bun:

  1. Yessoe
  2. Agung Mulia
  3. Logos
  4. Damri
Kebetulan dalam perjalanan ekspedisi barat borneo kali ini, saya sedang berada di Pangkalan Bun. Untuk menuju pontianak ada 2 armada yang tersedia, yakni Yessoe dan Damri. Yessoe dengan jadwal keberangkatan 3 kali seminggu dan damri yang berangkat setiap hari. Teman-teman bisa naik dari Terminal Natai Suka, Pangkalan Bun dengan tarif Rp 400.000 untuk sekali jalan dengan rute Pangkalan Bun - Pontianak. Perjalanan akan ditempuh lebih kurang 15 jam perjalanan. Kebetulan kali ini saya menggunakan armada Damri. Memang perjalanan yang lama dan melelahkan sekali. Tapi demi hasrat travelling yang menggebu-gebu kali ini. Perjalanan tersebut saya nikmati dengan santai. Oh iya, untuk rute ini, bus akan berangkat dari Pangkalan Bun pukul 07.00 wib, namun tetap saja, bukan armada Indonesia kalau tidak telat. Bus baru akan berjalan pukul setengah 8.

Berikut Armada Bus jurusan Pangkalan Bun - Pontianak:

  1. Yessoe
  2. Damri

Armada bus damri yang kami gunakan

Rute yang dilalui adalah jalan Trans Kalimantan yang sudah terhubung satu dengan yang lain, mulai dari Kalbar sampai dengan Kaltim, semua sudah terhubung. Jalan Trans Kalimantan ini bisa dibilang cukup mulus. Walau ada beberapa titik yang sedang dalam perbaikan, terutama di daerah Kabupaten Lamandau, tapi sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam perjalanan kali ini. Kondisi jalanan di Kabupaten Lamandau cukup berliku terutama pada area perbatasan antara kalteng dengan kalbar. Lika- likunya cukup ekstrim haha. Pada saat tiba di perbatasan kalteng-kalbar, bus yang kami tumpangi berhenti untuk istirahat, lebih kurang setelah 6 jam perjalanan. 

Gapura perbatasan antara Kalteng dan Kalbar

setelah perjalanan yang sungguh melelahkan, kami tiba di pontianak pada pukul 23.00 dengan kondisi hujan lebat yang mengguyur Pontianak. Tujuan akhirnya adalah pul Damri yang ada di jl.Pahlawan, Pontianak. Ada kejadian unik ketika saya tiba di pul Damri Pontianak, ojek-ojek pangkalan berebut untuk mendapatkan penumpang, walaupun sudah saya tolak beberapa kali, masih saja saya dikejar-kejar, dan lucunya lagi, ojek online (baik motor ataupun mobil) tidak boleh mengambil penumpang dari sana. 
Sebelumnya saya sudah memesan Hostel melalui traveloka, pilihan saya jatuh pada The Colour Hostel yang ada di jalan Tanjung Pura dekat simpang setia budi. Hostel ini merupakan hotel kapsul yang mendapat rating bagus di traveloka, kerena saya penasaran, saya booked untuk 1 malam. Harganya juga sangat terjangkau, hanya Rp 89.000.

(Kembali ke cerita di atas)
Saya tidak mengacuhkan rayuan ojek pangkalan itu untuk mengantar saya. Berhubung hujan lebat, saya tetap memesan Grab Car. Berdasarkan rencana yang telah saya buat, sebenarnya saya ingin jalan kaki menuju hostel tersebut, tapi berhubung hujan lebat, jadi saya urungkan niat itu dan memesan Grab car. Ojek-ojek pangkalan intu sepertinya tidak terima dan marah ketika grab car yang saya pesan datang menjemput saya, namun saya jelaskan kepada mereka bahwa drivernya adalah saudara saya.

Tiba di Hostel, saya lamgsung check-in. Dan benar, sesuai dengan review yang ada di traveloka, hostel ini rapi dan bersih sekali. Keren. Ini adalah pertama kalinya saya menginap di hostel Kapsul. Walaupun dari ukurannya kecil, tapi untuk kenyamanan, tidak perlu diragukan lagi.

Itulah sepenggal cerita dari bagian ke-satu dari perjalanan ekspedisi barat borneo saya kali ini. Cerita berikutnya akan saya ulas di espedisi barat borneo bagian II.